Kamis, 14 Juni 2012

Sapi Rancah Ikon Baru Peternakan Jawa Barat

Sapi lokal Rancah bakal dijadikan sebagai salah satu ikon ternak di Provinsi Jawa Barat. Ternak yang merupakan plasma nutfah lokal tersebut nantinya bakal dikembangkan di kawasan Jawa Barat bagian selatan.

"Sapi rancah merupakan salah satu plasma nutfah yang perlu dilestarikan, untuk itu perlu upaya pengembangan secara maksimal. Nantinya sapi loka yang sampai saat ini lebih banyak diberi pakan alami tersebut , bakal menjadi salah satu ikon baru ternak Jabar," tutur Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeda) Provinsi Jawa Barat, Deny Juanda.

Dia mengemukakan itu disela meninjau peserta Kontes Ternak atau pesta Patok tingkat Jawa Barat yang dipusatkan di Pangandaran, Kabupaten Ciamis, Rabu (12/6). Dalam peninjauan ia didampingi Direktur Pakan Ternak Mursyid Ma'sum, Kepala Dinas Peternakan Prov. Jabar Koesmayadi, Bupati Ciamis Engkon Komara dan lainnya.

Pesta ternak yang berlangsung seoama dua hari tersebut menampilkan berbagai hewan ternak, seperti ayam sentul, domba garut, domba peranakan etawa, sapi unggul, termasuk kelinci, serta aneka peralatan sektor peternakan. Selain itu juga dilakukan kontes ternak.

Dia mengatakan untuk memasikan keunggulan sapi rancah, tambahnya masih perlu dilakukan penelitian mendalam oleh Tim Balai Riset Kementerian Pertanian dan instansi terkait lainnya. Yang pasti, lanjut dia sapi tersebut bakal dijadikan ikon ternak Jabar.

"Selama ini banyak ternak yang dikembangkan merupakan ikon ternak dari daerah lain. Ini saatnya untuk menunjukkan bahwa Jawa Barat juga memiliki sapi unggul Rancah," tuturnya.

Yang masih menjadi kendala, ia menmabhkan pengembangan ternak tersebut masih harus digelorakan ada seluruh komponen masyarakat. Selain itu juga dari sisi perekonomian wilayah Jawa Barat bagian selatan masih tertinggal dibandingkan dengan bagian tengah maupun Jawa Barat bagian utara. Salah satu kendalanya adalah karena infrastruktur yang masih perlu ditingkatkan.

"Kami membangun infrastruktur untuk menghubungkan antara wilayah utara tengah dan selatan. Dengan demikian nantinya seluruh wilayah menjadi terintegrasi dan menyambung. Dengan kondisi infrastruktur yang baik, akan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat," tuturnya.

Sementara itu Bupati Ciamis Egkon Komara mengatakan saat ini masih terbuka lebar peluang untuk pengembangan bidang peternakan. Selain sapi, wilayah tatar Galuh Ciamis masih menjadi pusat atau sentra ternak ayam potong. Sampai saat ini Ciamis masih menjadi pemasok ayam potong nomor dua di Jawa Barat setelah Bogor.

"Perputaran uang untuk peternakan ayam potong mencapai Rp 2 triliun per tahun. Untuk mengoptimalkan sektor peternakan, pembangunan infrastruktur wilayah Jawa Barat bagian selatan tidak boleh tertinggal dibandingkan utara maupun tengah. Banyak sekali potensi yang belum berkembang maksimal, akibat terkendala oleh infrastruktur," katanya.

Berkenaan dengan pengembangan sapi, Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat Koesmayadie pengembangan pertenakan sapi di Jawa Barat sekitar 40 persen dipasok dari wilayah Jawa Barat bagian selatan. Hal tersebut berkenaan dengan besarnya potensi peternakan di wilayah itu. Selain pengebangan sapi unggul impor dan lokal juga masih tinggi ternak kerbau.

"Apabila dikembangkan lebih intensif dan meluas, bukan tidak mungkin Jawa Barat mampu melakukan swasembada daging. Semua dipasok dari produk lokal," tuturnya.

Dia mengatakan bahwa kegiatan kontes ternak tersebut juga dimaksudkan memberi motivasi bagi petani untuk menyediakan bibit unggul. Selain itu juga sebagai upaya untuk mengembangkan serta melestarikan plasma nutfah Jawa Barat ayam sentul dan sapi Rancah. "Untuk mencegah agar tidak sampai punah, sudah waktunya untuk lebih mengembangkan serta melestarikan plasma nutfah lokal. banyak sekali keunggulan plasma lokal tersebut," utrnya.(A-101/A-89)
(Sumber : pikiran-rakyat.com)
Ada kesalahan di dalam gadget ini